KS-MbeLinK

Sekilas Kenapa harus KS-Mbe-LinK...?



Sesuai judul Blog--
Mumpung ada ide bahwa blog ini kupersembahkan buat para calon KS dan juga KS yang ingin selalu 'mbe-Link' alias ngeyel, berani keluar dari zona nyaman--(out the boX),  juga untuk Catatan Harian-ku..
Mbe-Link saya konotasikan-wani ngeyel- 'NgeyeL' disini saya artikan 'berani membuat inovasi baru", tanpa terpengaruh kondisi lingkungan. Tujuannya menjadikan KS yang "KAYA INOVASI" dan selalu nge-Link untuk mencari akses dan terobosan baru guna menciptakan Layanan pendidikan yang Bermutu. Penampilan KS boleh "sekarepe dewe" punya style/ gaya sendiri tapi untuk bekerja tentu professional menyesuaikan  dengan regulasi/ aturan yang ada.

Ternyata hasil Mbe-LinK  ini mengantarkanku bisa mengikuti berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh Kemdikbud, dan Allhamdulillah dapat menambah pengalaman mencari- LinK dari sahabat KS di seluruh Indonesia.
Ohya jadi KS masih tergolong Junior sejak awal 2017. Didalam perjalanan mengemban amanat ini tentu masih banyak yang harus diperjuangkan untuk menjadikan Sekolah bermutu di semua layanan.

Mengawali bertugas di  SMP Negeri 1 Sadang, sekolah pinggiran dan berada di daerah pegunungan berjarak 35km keutara dari pusat kota Kebumen Jawa Tengah searah dengan LIPI Karangsambung sebagai situs cagar budaya Bebatuan Nasional. Sekolah yang mungkin tidak masuk hitungan karena di 'pinggiran' dengan segala keterbatasan yang ada seperti akses jalan yang bervariasi disebagian lokasi jalanan yang dilalui masih membuat mual dan pusing karena jalan rusak, berlobang, tidak  beraspal ( pernah diaspal) tapi sudah rusak. Namun Kondisi seperti itu tidak menghalangi para ponggawa sekolah KS, Guru, TU , peserta didik dan stakeholder sekolah untuk diam dan membiarkan keadaan itu berlalu begitu saja, tetapi ada semangat Juang yang tinggi dari warga sekolah untuk membuat sekolah lebih eksis, lebiih terkenal dan diakui sederajat dengan sekolah kota.
Dukungan sarana prasarana senantiasa diupayakan, peserta didik mayoritas menggunakan transportasi MotoR dan berbekal Handphone. Jadi masalah keakraban peserta didik dengan internet dan juga akses infomasi tidak ketinggalan dengan masyarakat pelajar lain, bahkan lebih tepat disebut bagian generasi millenial karena fasilitas dan mode tatapergaulan yang juga update.
Kembali ke peran Kepala sekolah...
sejak kiprahnya--banyak terobosan yang sudah dilakukan. salah satunya Program Kelas potensial menjadi salah satu unggulan.-----
ada kelas Literasi, Kelas Kebun, kelas boga/masak, kelas kaligrafi, kelas lukis, kelas outdoor/oubbond.
ini semua baru awal saja, karena diluar kelas potensial ini sudah kita siapkan Tim Kerja yang tangguh seperti Tim PPK untuk melayani peserta didik dalam membangun budaya karakter, Tim Wirausaha  untuk melayani kegiatan kewirausahaan, Tim Target Mutu untuk melayani dan menjamin pengelolaan sekolah diatas standar pelayanan minimal sehingga selalu dinamis mengikuti perkembangan regulasi pendidikan yang ada.,  dan juga TiM PKB yang memastikan bahwa guru-gurunya juga selalu update meningkatkan mutu kompetensi dirinya. melalui pengembangan keprofesian berkalnjutan inilah guru guru dapat mengikuti  IHT/ workshop dan juga kegiatan profesi yang lain seperti mengikuti Pengembangan Diri, Publikasi Ilmiah dan juga Karya inovatif. Dari Langkah kecil ini mengantarkan Kepala sekolah mengunggah dalam bentuk tulisan karya best practice dan mengikuti seleksi dalam lomba Best practice Kepala Sekolah Kemdikbud 2018. Hasilnya allhamdulillah sebagai Finalis lomba Best Practice dan bertemu dengan para Kepala Sekolah Se-Indonesia yang ilmunya superrr sekali. Beruntunglah dengan pengalaman yang masih minim dalam mengelola sekolah ternyata mendapat apresiasi dari Ditjend GTK Kemdikbud.

----tunggu karya kami selanjutnya----







Komentar